Risiko Transfusi Darah: Reaksi Alergi (Urtikaria) dan Reaksi Anafilaksis

Alergi dan AnafilaksisReaksi alergi ringan yang menyerupai urtikaria timbul pada 3% transfusi. Meskipun darah yang diberikan sudah tepat, sebagian orang akan mengalami reaksi alergi selama atau segera setelah menjalani transfusi darah. Reaksi alergi ini diduga terjadi akibat adanya bahan terlarut di dalam plasma donor yang bereaksi dengan antibodi resipien. Gejalanya berupa ruam kulit yang gatal, yang dapat diatasi dengan antihistamin.

Renjatan anafilaksis terjadi pada 1 dari 20.000 transfusi. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang lebih serius bahkan dapat mengancam jiwa. Gejala dari reaksi ini terjadi hanya beberapa menit setelah transfusi dimulai, seperti angioderma, muka merah (flushes), urtikaria, gawat pernapasan, hipotensi, dan renjatan (syok).

Sumber:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *