Risiko Transfusi Darah: Demam

DemamOrang yang menerima darah mengalami demam mendadak selama atau dalam waktu 24 jam sejak transfusi. Demam adalah respon tubuh yang normal yang dapat timbul karena antibodi resipien bereaksi dengan leukosit donor. Gejala yang menyertainya berupa menggigil, sakit kepala, dan mual. Pasien dengan reaksi demam akan diuji lebih lanjut untuk memastikan bahwa reaksi ini hanya demam, karena ada beberapa reaksi serius yang ditandai dengan demam.

Pasien yang mengalami reaksi demam atau yang berisiko terhadap reaksi transfusi lainnya biasanya diberikan produk darah yang leukositnya telah dikurangi. Leukosit yang harus dibuang minimal 90% dari jumlah leukosit. Transfusi juga dapat dilakukan dengan memasang mikrofiltrasi yang mempunyai ukuran pori 40 mm. Dengan filter berukuran tersebut, jumlah leukosit dapat berkurang sampai 60%. Untuk berjaga-jaga, dokter akan menghentikan transfusi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *