Ketahui Rhesus Sebelum Donor Darah

Estimated read time 2 min read

CoverBook Q & A Donor DarahRhesus merupakan jenis golongan darah yang masih memiliki perdebatan dalam aspek genetika, nomenklatur, maupun interaksi antigeniknya. Golongan darah Rhesus terdiri atas dua jenis, yaitu Rhesus positif dan Rhesus negatif. Rhesus positif merupakan golongan darah yang memiliki rh-antigen dalam eritrositnya, sedangkan Rhesus positif tidak memiliki rh-antigen dalam eritrosit. Sistem golongan darah Rhesus memiliki antigen yang lebih kuat dibanding sistem golongan darah lainnya. Transfusi darah Rhesus positif sebanyak 0,1 ml saja kepada individu dengan Rhesus negatif yang sedang mengalami kehamilan dapat mengakibatkan komplikasi pada janin. Meski golongan darah ABO sama, proses transfusi darah berbeda Rhesus tersebut menyebabkan timbulnya anti Rhesus positif (antigen-D). Antigen-D masuk dalam sirkulasi janin sehingga janin menderita penyakit hemolisis.

Sistem golongan darah Rhesus sendiri pertama kali diketemukan pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner, yang juga penemu sistem golongan darah ABO, dan Alexander Wiener. Penemuan tersebut dilakukan saat keduanya sedang melakukan penelitian terhadap kera jenis Monyet Rhesus (Macaca Mulatta) atau juga disebut Macaque Rhesus, yang memiliki karakteristik darah mirip dengan manusia. Melalui percobaan tersebut, keduanya mendapati sel darah merah kera ada yang memiliki antigen dalam bentuk protein dan ada juga yang tidak. Sel darah merah yang memiliki antigen protein disebut sebagai Rhesus positif, sedangkan yang tidak memiliki antigen protein disebut Rhesus negatif. Keduanya kemudian mendapati bahwa antigen tersebut juga diketemukan pada permukaan sel darah merah manusia. Keduanya kemudian menyimpulkan terdapat reaksi positif antara anti Rhesus dan eritrosit manusia.

Sistem golongan darah Rhesus penting untuk diketahui dalam proses transfusi darah. Selain golongan darah yang sama, proses transfusi darah juga harus melibatkan dua orang dengan sistem golongan raha Rhesus yang sama agar tidak berakibat fatal di kemudian hari.

Sumber:

  • www.bimbie.com
  • digilib.unsri.ac.id
  • F. Sidikah R. & Robby Nur Aditya – Tanya Jawab Tentang Donor Darah

You May Also Like

More From Author