Cheara, Anugerah yang Tidak Terduga (Bayi Kuning)

Tanggal 5 Juli 2015 pukul 13.45 wib, kami mendapat kabar bahwa PMI mendapatkan tambahan tiga kantong darah O titer rendah. Kami mendapat empat kantong dari total 45 pendonor yang telah mendonorkan darahnya, Alhamdulillah. Kami segera membawa dua kantong ke Bank Darah RSAB Harapan Kita, sisanya disimpan di PMI.

Kami mengucapkan puji syukur kepada Allah Swt dan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian, bantuan dari para pendonor yang berbaik hati, rela menunggu antri di padatnya PMI, datang dari jauh, pada waktu yang cukup larut, serta mendoakan kesehatan untuk bayi Cheara.

Hari itu juga, pukul 14.20 wib, dua kantong darah kami serahkan ke Bank Darah. Kemudian pada saat kami telah mendapatkan darah tersebut, kami diberi kabar oleh dokter bahwa bilirubin bayi Cheara sudah turun menjadi 7 dengan terapi sinar.

Dokter meminta kami menunggu sampai dengan hari rabu, apabila bilirubin tidak naik sampai dengan 10, maka transfusi tukar tidak dibutuhkan lagi. Kami kembali bersyukur walaupun darah didapatkan dengan tidak mudah, semoga bayi Cheara tidak menggunakan darah tersebut dan darah dapat digunakan oleh bayi yang lebih membutuhkan, aamiin.

Pada malam hari nya pukul 20.52 wib, suster dari ruangan bayi Cheara menghubungi, meminta kesediaan kami membantu memberikan 2 kantong darah yang lebih untuk ditransfusi tukar kepada bayi lain di ruangan yang sama dengan bayi Cheara, lebih segera dengan bilirubin di atas 20.

Selama dua hari tiga malam kami bolak balik PMI – Harapan Kita mencari pendonor darah, kami merasakan lelahnya mendapatkan darah. Kami pun iba dan setuju membantu bayi tersebut karena memang stok untuk bayi Cheara lebih.

Lalu, 2 dari 4 kantong yang tersedia dapat digunakan bayi lain yang lebih segera membutuhkan, besar doa dan harapan kami semoga bayi Cheara tidak memerlukan sama sekali transfusi tukar.

Selama dua hari tiga malam kami bolak balik PMI – Harapan Kita mencari pendonor darah, kami merasakan lelahnya mendapatkan darah. Kami pun iba dan setuju membantu bayi tersebut karena memang stok untuk bayi Cheara lebih. Lalu, 2 dari 4 kantong yang tersedia dapat digunakan bayi lain yang lebih segera membutuhkan, besar doa dan harapan kami semoga bayi Cheara tidak memerlukan sama sekali transfusi tukar.

Keesokan harinya kami seperti biasa berjaga di ruang tunggu, kami memeriksa persediaan ASI, ternyata informasi dari perawat bahwa persediaan ASI habis. Setelah kami cek kembali, nama yang tertera di kantong ASI hilang karena tidak sengaja kami menggunakan pulpen yang tidak nyata.

Bayi Cheara tetap diberikan susu formula sesuai instriksi kami sebelumnya, apabila ASI tidak tersedia kami setuju bayi Cheara diberikan susu formula, karena bayi dalam terapi sinar harus cukup cairan apalagi dengan triple blue light. Bersyukur, bilirubin bayi Cheara stabil 7 dan ASI kembali diberikan kepada bayi Cheara.

Selain ASI kami juga mengecek persediaan darah. Kami baru ingat, salah satu persediaan darah yang kami dapatkan itu adalah sejak tanggal 3 tengah malam atau 4 dini hari. Kami menuju ke Bank Darah untuk mendapatkan informasi kantong darah yang digunakan untuk transfusi tukar bayi lain sebelumnya. Ternyata, kantong darah yang digunakan adalah kantong darah terbaru.

Untuk mendapatkan kepastian, kami kembali menuju PMI untuk mendapatkan data nomor kantong darah untuk dicocokkan dengan nomor kantong dan waktu donor. Setelah dari PMI, kami mencocokkan nomor kantong yang tersedia di Bank Darah. Kami pun mendapatkan informasi kantong yang akan digunakan adalah kantong tanggal 4 dini hari dan tanggal 5 dini hari.

Kami pun bertanya kepada Bank Darah apakah darah ini masih bisa digunakan apabila transfuse tukar baru akan dilakukan pada hari rabu besoknya, dan jawaban dari Bank Darah adalah tidak. Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi kami tidak boleh panik.

Dengan dibantu koordinasi antara PMI dan Bank Darah, kami mendapatkan informasi bahwa bayi lain yang sebelumnya sudah transfusi tukar dengan 2 kantong darah yang kami perbantukan itu mendapatkan 1 kantong golongan darah O titer rendah dari pendonornya. Hasil tersebut baru didapat pada sore hari. Alhamdulillah satu lagi cobaan terlewati, kami yakin bayi Cheara kuat.

Hari selasa pagi, kami mengunjungi bayi Cheara di RSAB Harapan Kita. Kami sempat khawatir, karena beberapa ibu pernah berbagi pengalaman untuk kami stop ASI agar bilirubin tidak naik, dengan alasan ASI kan dari ibunya siapa tau berpengaruh. Kami beritahukan ke suster untuk stop ASI sementara waktu.

Pada pukul 14.13 wib kami bertemu dengan tim dokter. Dokter mengatakan bahwa belum ada gejala klinis yang mengharuskan bayi Cheara untuk transfusi tukar, bilirubin naik 1 angka menjadi 8 namun HB berada di ambang batas 12.8, kami sempat bertanya perihal ASI, namun dokter mengatakan gejala klinis bayi Cheara tidak mengarah ke kuning karena ASI (Breastmilk Jaundice). Kami bersyukur dan semoga sampai dengan besok harinya, bayi Cheara tidak memerlukan transfusi tukar.

Hari rabu nya pukul 11.20 wib kami mendapatkan informasi bilirubin bayi Cheara 6 namun HB nya turun menjadi 10, sehingga transfuse tukar sudah tidak diperlukan, namun bayi Cheara tetap harus transfuse HB. Semoga semua berjalan lancar, kami yakin bayi Cheara kuat.

Kami bertanya kepada suster, susu apa yang diberikan kepada bayi Cheara, karena kemarin setelah berbicara dengan dokter kami lupa membatalkan perintah untuk stop ASI. Ternyata, susu yang diberikan adalah susu formula. Kami pun menduga-duga apa mungkin karena ASI. Tanpa menginformasikan ke dokter, kami tetap mencoba untuk stop ASI, Allahualam.

Di hari itu juga, kami menunggu keputusan transfuse HB. Menurut mBank Darah, dokter mengajukan permintaan darah PRC (Packed Red Cells) ke Bank Darah. Untuk transfuse HB atau transfusi darah biasa, bisa saja menggunakan darah O atau B. Pukul 18.36 wib, kami mendapat informasi bahwa Bank Darah telah melakukan pemeriksaan awal, mencocokkan darah B pada bayi Cheara dengan darah B yang tersedia, hasilnya darah B incompatible atau tidak cocok.

Selanjutnya, Bank Darah melaporkan hasil pemeriksaan lab ke dokter bahwa darah B incompatible. Apabila dokter telah memberikan instruksi, Bank Darah akan meminta kami untuk ke PMI menyerahkan berkas hasil pemeriksaan awal untuk ditindaklanjuti kurang lebih selama 6 – 8 jam.

PMI akan mencocokkan kembali dari beberapa darah O dan B mencari mana yang cocok. Setelah mendapatkan hasil, PMI akan melaporkan ke dokter untuk diambil keputusan darah mana yang akan dipakai. Keputusan dari dokter akan kami bawa lagi ke PMI untuk mendapatkan darah yang dimaksud. Begitulah kira-kira menurut petugas Bank Darah.

Akhirnya, pukul 19.30 wib, kami mendapat informasi bahwa transfusi HB menggunakan darah O titer rendah kemarin sebanyak 60 cc, namun tidak lagi dengan titer rendah nya, melainkan hanya diambil untuk meningkatkan HB saja. Transfusi HB dilakukan sebanyak dua kali, malam itu juga sekitar pukul 21.30 wib, selama 2 jam sebanyak 30 cc. 12 jam kemudian di tanggal 9 juli 2015 sekitar pukul 10.30 wib, transfusi kedua dilakukan selama 2 jam lagi sebanyak 30 cc.

Sampai dengan malam itu, banyak yang menawarkan untuk donor darah O, meskipun transfuse tukar sudah tidak lagi diperlukan. Semua calon pendonor dari berbagai kalangan turut mendoakan kesembuhan bayi Cheara. Bahkan banyak yang menyemangati kami, jangan menangis di depan si kecil, kalian orang tua yang hebat, kami terharu.

Kami tidak menangis, kami yakin bayi Cheara kuat, senyum Aqilah dan wajah lucu nan imut nya Cheara yang menyemangati kami. Seolah Cheara berkata, ayah bunda aku tidak apa-apa, I love you. Sesekali kami membacakan doa, dan Aqilah membacakan ayat kursi yang direkam dari rumah. Sambil menggendong bayi Cheara, kami menyanyikan lagu yang 10 memang sudah sering kami nyanyikan sejak Aqilah bayi, lagu karangan sendiri.

1×24 jam diobservasi pasca transfuse, hari jumat pagi tanggal 10 juli 2015, bayi cheara sudah boleh pulang ke rumah dengan bilirubin 5.10 dan HB 16.2. Alhamdulillah. Dan hingga kontrol terakhir pada tanggal 14 Juli 2015 yang lalu, bayi Cheara sehat wal afiat. Semoga senantiasa diberikan kesehatan kepada bayi Cheara, aamiin.

Dari cerita ini, kami mempelajari beberapa hal, bilirubin merupakan mhal yang biasa terdapat pada bayi yang baru lahir, dari ibu dan bayi yang berbeda golongan darah. Segerakan memberikan ASI kepada bayi yang baru lahir, karena ASI merupakan asupan yang bergizi tinggi untuk bayi. Bilirubin tinggi antara lain terjadi karena fungsi hati bayi yang belum sempurna. Dengan meningkatnya fungsi hati, kuning pada bayi akan semakin berkurang.

Yang paling penting, sebagai orang tua kita harus semangat, yakin dan tidak panik dalam merawat bayi kita. Sungguh, mereka adalah anugerah dari Allah Swt yang lucu dan menggemaskan.

Kami, atas nama bayi Cheara selaku orang tua, mengucapkan puji syukur kepada Allah Swt dan terima kasih kepada BPJS, PMI, Blood4Life dan tim dokter, perawat, semua petugas pada RSAB Harapan Kita, serta semua yang telah membantu. Dan dengan penuh rasa hormat dan terima kasih sebanyak-banyak nya secara khusus kami haturkan kepada baik pendonor maupun calon pendonor yang telah berbaik hati memberikan perhatian, dorongan, bantuan kepada kami dan bayi Cheara, semoga Allah Swt membalas kebaikan bapak dan ibu.

Kami mohon maaf apabila terdapat kata, istilah kedokteran atau perilaku kami yang salah, karena semua yang kami sampaikan adalah semata-mata berdasarkan pengalaman kasat mata tanpa melihat hasil penelitian yang lebih ilmiah. Harapan kami semoga cerita ini dapat diambil hal positifnya dan menjadi pelajaran bagi calon orang tua dan kita semua, aamiin.
Tamat

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *