Pengobatan Leukemia : Leukemia Myeloid Kronis (CML)

Pada pasien dengan CML dibedakan menjadi fase kronik , fase akselerasi atau percepatan, fase blast, dan fase kekambuhan. Pada fase awal atau kronik, Busulfan dan Hidroksiurea merupakan obat pilihan yang mampu menahan pasien bebas dari gejala untuk jangka waktu yang lama. Regimen dengan...

Pengobatan Leukemia : Leukemia Limfositik Kronis (CLL)

Leukemia CLL merupakan satu-satunya jenis leukemia yang dibedakan menjadi beberapa stadium, dimana stadium ini berguna untuk menentukan rencana terapi dan prognosis pada pasien CLL. Klasifikasi Rai merupakan salah satu sistem penderajatan yang dipakai. Stadium 0 : Limfositosis darah tepi dan sumsum tulang...

Pengobatan Leukemia : Leukemia Myeloid Akut (AML)

Pengobatan untuk leukemia myeloid akut didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid penderita. Rencana pengobatan pada pasien dengan AML dilakukan dalam 2 tahap terapi kemoterapi, yaitu Induksi remisi dan terapi post-remisi. Terapi induksi remisi bertujuan untuk membunuh sel-sel leukemia di dalam darah...

Pengobatan Leukemia : Leukemia Limfositik Akut (ALL)

Leukemia yang umum terjadi pada anak-anak ini memiliki terapi pengobatan kemoterapi yang dilakukan secara bertahap, yaitu induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan. Tahap pengobatan ini tidak digunakan sama untuk semua orang. Terapi induksi meliputi kemotrapi dan pemberian kortikosteroid. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membunuh...

Pengobatan Leukemia

Leukemia merupakan proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang lain daripada normal dengan jumlah berlebihan, serta dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang. Ada empat jenis leukemia, Leukemia Limfositik Akut (ALL), Leukemia Myeloid Akut (AML), Leukemia Limfositik Kronis (CLL), dan...

Chronic Myelogenous Leukemia (CML)

Leukemia myeloid kronis atau Chronic Myelogenous Leukemia (CML) adalah salah satu myeloproliferative disorder yang ditandai dengan peningkatan proliferasi (memperluas diri sendiri) sel-sel granulositik tanpa kehilangan kemampuan berdiferensiasi. CML ditandai dengan perubahan kromosom spesifik dan kehadiran kromosom Philadelphia, yang merupakan penanda untuk CML, ketika sel-sel...

Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)

Leukemia Limfoblastik Kronik atau Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) adalah kelainan monoklonal yang ditandai dengan akumulasi limfosit yang inkompeten secara fungsional secara progresif. Menurut Elter pada tahun 2006, CLL merupakan bentuk leukemia paling umum yang ditemukan pada dewasa di negara-negara Barat. Seperti kasus malignansi...

Acute Myelogenous Leukemia (AML)

Acute Myelogenous Leukemia (AML) adalah penyakit yang ditandai dengan adanya poliferasi leukosit yang tidak terkontrol di dalam darah, sumsum ulang, dan jaringan retikuloendotelial. Gejala klinis yang muncul pada pasien AML berakibat dari kegagalan bone marrow dan atau akibat infiltrasi sel-sel leukemik pada berbagai...

Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL)

Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) merupakan penyakit keganasan sel darah dari sumsum tulang. Etiologi ALL belum diketahui secara pasti. Leukemia merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan penanganan yang seksama.Insiden ALL adalah 9-10 kasus per 100.000 populasi. ALL merupakan kanker paling umum yang terjadi pada...

Leukemia Kronis

Leukemia kronis terjadi ketika sel darah putih yang sudah dewasa tidak mati sesuai siklus yang seharusnya, yang dikenal dengan apoptosis. Sel darah putih tersebut terakumulasi pada sirkulasi darah dan sumsum tulang, sehingga dapat menyebabkan pemadatan sumsum yang dapat mengganggu jalur produksi sel-sel lain...
Loading posts...

All posts loaded

No more posts