Apheresis Squad untuk Bantu Anak-Anak Pejuang Kanker

JAKARTA – DonorDarah.info | Selain donor darah Whole Blood yang umum dilakukan oleh masyarakat pendonor, ada juga donor darah yang hanya diambil salah satu komponen darahnya saja menggunakan mesin Apheresis. Karena menggunakan mesin itu, donor darah ini biasa disebut dengan Donor Apheresis.

Kalau tahun kemarin sempet rame orang butuh donor Plasma Konvalesen, donor itu menggunakan mesin ini untuk memisahkan Plasma dari darah pendonornya dengan cara diputar dengan kecepatan tinggi. Setelah terpisah, komponen darah yang tidak diambil, akan dikembalikan kedalam tubuh pendonor.

Proses mulai dari penyadapan darah, pemisahan, sampai sebagian komponen darah dikembalikan kedalam tubuh ini dilakukan sekitar 7 kali. Maka dari itu, sekali donor Apheresis itu memakan waktu sekitar satu jam. Lebih lama dari pada donor Whole Blood yang biasa kita lakukan.

Kebutuhan Plasma Konvalesen saat ini sudah berkurang jauh, karena jumlah pasien covid-19 juga sudah rendah.

Lalu mesin Apheresis ini apakah masih dipakai atau nggak?

Sebelum Covid-19 menyerang, Mesin Apheresis ini sudah cukup lama digunakan untuk membantu banyak anak-anak pejuang kanker. Terutama setelah mereka melakukan kemotherapi, tubuh para pejuang ini membutuhkan tambahan komponen darah Trombosit/Pletelet. Trombosit dalam tubuh mereka akan mengalami penurunan jumlah setelah kemoterapi itu, maka dari itu dibutuhkan donor trombosit dari orang lain.

Kebutuhan akan donor trombosit ini bisa dibilang sangat banyak, bahkan rumah sakit-rumah sakit yang banyak merawat pasien kanker ada yang sampai punya UTD (Unit Transfusi Darah) sendiri dan memiliki cukup banyak mesin Apheresis ini. Seperti di Jakarta ada RSUD Fatmawati, RSPAD Gatot Subroti, RSCM (Baru dibuka tahun 2021), dan utamanya RS Khusus Kanker Dharmais (RSKD).

Menurut informasi dari petugas UTD RSKD sz. Betty, RSKD saat ini memiliki sekitar 6 mesin Apheresis. Mesin sebanyak ini untuk memenuhi sekitar 300-400 kantong Trombosit kebutuhan pasien yang dirawat disana setiap satu bulannya. Sedangkan yang berhasil terkumpul setiap bulannya, sekitar 200-250 kantong Trombosit.

Masih dibutuhkan banyak pendonor darah yang bersedia dan memenuhi syarat untuk donor Apheresis ini.
Kondisi ini lah yang membuat sebagian Pendonor Apheresis dan Orang Tua pasien yang sudah terbantu kebutuhan anaknya di RSKD, membentuk komunitas yang bernama Apheresis Squad. Tidak hanya mendirikan Komunitas, Apheresis Squad juga diperkuat dengan “bendera” hukum Yayasan (Yayasan Laskar Aferesis Berbagi – YLAB).

Persyaratan untuk bisa donor Apheresis ini lebih tinggi dari pada donor yang biasa (Whole Blood), beberapa diantaranya berat badan minimalnya adalah 55 kg dan lolos Screening volume komponen darah yang mau diambil. Jadi yang dah biasa donor Whole Blood, belum tentu bisa donor Apheresis.

Dengan dibentuknya komunitas ini, harapannya akan semakin banyak yang tau dan bersedia donor Apheresis secara Rutin per 2 minggu.

Kok Donor Apheresis bisa per 2 minggu? bukannya donor itu per 2 bulan?
Donor rutin per 2 bulan itu untuk yang rutin donor Whole Blood. Karena kalau donor Apheresis yang diambil itu hanya salah satu komponen darahnya saja, jadi tubuh kita akan lebih cepat memproduksi yang baru dengan lebih cepat.

Sebenarnya dalam waktu 2×24 jam trombosit kita sudah kembali utuh lagi, hanya masih terlalu muda dan belum siap untuk didonorkan. 2 minggu waktu yang pas untuk pendonor Apheresis mendonorkan darahnya kembali.

Apheresis Squad juga melakukan pendampingan untuk para orang tua yang anaknya sedang berjuang, termasuk membantu meringankan beban mereka dalam merawat anak yang sedang berjuang melawan kanker nya. Terutama orang tua yang anaknya baru saja didiagnosa kanker, apa yang perlu mereka lakukan dan infokan kepada anaknya tentang apa yang sedang terjadi.

Seperti yang dikatakan Zulyan J. Kotahatuhaha atau yang biasa dipanggil Papa Lulla, bahwa Anak perlu tahu penyakit apa yang sedang ada ditubuhnya dan bagaimana cara untuk melawannya.

“Intinya mereka tetap harus diberi tahu, karena itu hak mereka juga” ujar papa Lulla saat diundang dalam “NgeLIVE bareng Blood for Life” bulan Oktober tahun lalu.

Papa Lulla ini adalah salah satu Founder dari Laskar Apheresis, yang juga salah satu orang tua yang anaknya dirawat di RSKD sampai akhirnya selesai berjuang. Meski anaknya (Lulla) sudah meninggal dunia, papa Lulla tetap aktif bergerak dengan kawan-kawan Apheresis Squad yang lainnya.

Papa Lulla. mewakili Apheresis Squad diundang untuk hadir diacara Kick Andy Show.

Tantangan terbesar bari kawan-kawan Apheresis Squad ini adalah sosialisasi mengajak orang untuk donor apheresis pertama kali. Karena cukup banyak yang takut untuk donor darah menggunakan mesin, apalagi durasi donornya juga cukup lama sekitar 1 jam.

Sebelum pandemi Covid-19, selama 3 tahun Apheresis Squad buat booth di area Car Free Day untuk sosialisasi dan mengajak orang-orang disana untuk donor Apheresis.

Apheresis Squad tidak hanya membantu Pasien di RSKD.
Saat ini Apheresis Squad tidak hanya membantu UTD RSKD, tetapi juga diminta untuk membantu UTD RSCM yang baru tahun kemarin beroperasi.

Kebutuhan semakin banyak, apalagi disaat pandemi seperti ini banyak pendonor yang ragu untuk datang mendonorkan darahnya. Padahal ditempat donor juga protokal kesehatan juga sudah diterapkan, jadi silahkan donor darah dengan menerapkan protokol kesehatan pribadi mulai dari keluar rumah sampai kembali kerumah.

Selain di Jakarta, Apheresis Squad juga ada di Semarang yang membantu kebutuhan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Visi besarnya Apheresis Squad adalah memenuhi kebutuhan Apheresis diseluruh Indonesia, dimulai dari Jakarta, lalu Semarang, selanjutnya mungkin di kota kamu yang berada diluar dua kota itu.

Obrolan dengan Papa Lulla tentang Apheresis Squad dan tanya jawab seputar Donor Apheresis yang lebih lengkap, bisa kamu tonton di Video Instagram @Blood4LifeID  atau klik disini. Obrolan dalam program “Nge-LIVE bareng Blood for Life” yang disupport oleh Paxel.co buat ngirim Paketmu Sehari Sampai.

Media Informasi Apheresis Squad, bisa kamu buka di:
Website: www.aferesis.or.id
Instagram: @ApheresisSquad

Ferdian Kelana
Follow me
Latest posts by Ferdian Kelana (see all)

FerdianKelana

Ketua Umum Blood4LifeID periode 2021-2023 Educational Board Games Designer & Founder Demeira Nusantara (Board Games Studio) www.demeira.com | Follow @DemeiraPlay (IG/FB/Tw) Inisiator Mainloka Indonesia (SDGs Board Games Movement) www.mainloka.com | Follow @mainloka (IG/FB/Tw) Volunteer Blood for Life Indonesia www.Blood4Life.ID | Follow @Blood4LifeID (IG/FB/Tw) -- STIFIn Lisensi Promotor --- Visit: www.FerdianKelana.com

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.