Ternyata Memenuhi Syarat untuk Donor Apheresis

IMG_20150708_131526 Sudah pernah tau donor darah Apheresis?
Kalau suka melakukan hal yang anti-mainstream, coba aja lakukan Donor Darah Apheresis.

Kenapa anti-mainstream? Donor darah jenis ini memang berbeda dengan donor darah biasa (whole-blood). Donor darah Apheresis memiliki beberapa perbedaan menonjol jika dikomparasikan dengan whole-blood donor. Yuk disimak!

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa ada perbedaan di antara keduanya. Lalu apa bedanya dengan donor darah biasa? Ada banyak perbedaan mulai dari persiapan, lamanya waktu donor, sampai jarak antar donornya juga berbeda. (lebih jelasnya dapat dilihat disini)

Di dalam artikel kali ini, saya akan membagikan kisah donor Apheresis pertama saya sepanjang hidup dan donor darah kedua saya di bulan Ramadhan 2015 ini. Meski begitu, saya tetap menjalankan kewajiban berpuasa, lho. Bagi yang belum mengetahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan kalau donor darah saat bepuasa tidak membatalkan puasa. Jadi, tak ada alasan kita untuk takut batal berpuasa ketika mendonorkan darah.

Sudah lama sebenernya saya ingin mencoba donor Apheresis. Namun, kesempatan ternyata datang saat bulan puasa ini. Beberapa bulan lalu saya donor darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI). Disana saya coba bertanya tentang syarat donor Apheresis yang dapat dicek sendiri, dimana salah satunya adalah besar pembulu darah di lengan (vena). Semakin besar pembuluh darahnya, semakin besar peluang untuk melakukan donor Apheresis.

Pembuluh darah saya secara kasat mata tidak begitu terlihat. Untuk memastikan, harus di cek menggunakan tensi. Mungkin karena petugasnya baru, jadi dia bilang pembuluh darah saya kurang besar. Pulang dari sana saya sudah hopeless untuk dapat melakukan donor Apheresis.

Senin siang, saya dihubungi oleh mbak June (salah satu Admin IGD maya @Blood4LifeID), yang mengabarkan kalau ada beberapa pasien yang membutuhkan transfusi golongan darah A+ Apheresis dan juga whole-blood. Sekitar jam empat sore saya meluncur ke Rumah Sakit Fatmawati dan sampai disana pas adzan Magrib.

Ternyata saat itu di Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTD-RS) Fatmawati, ada Chiqa dari Blood4Life juga yang datang untuk donor darah pengganti. Disana saya mendapat kabar kalau kebutuhan darah A+ Whole Blood sudah terpenuhi, tinggal yang Apheresis. Ya sudah, akhirnya mencoba untuk donor Apheresis, pasrah apapun hasilnya.

Setelah daftar donor Apheresis, saya minta kepada petugas donor untuk mengecek apakah pembuluh darah saya cukup untuk donor apheresis. Alhamdulillah ternyata cukup besar untuk donor apheresis, lolos dari situ tinggal menunggu hasil lab sampel darah. Harusnya malam itu sampel darah saya diambil, tapi entah kenapa petugasnya tidak melakukan hal tersebut dan meminta saya untuk datang besok pagi untuk cek darah lalu langsung donor Apheresis.

Hasilnya, Selasa pagi tersebut hanya diambil sampel darah dan diminta untuk kembali besok paginya. Ada baiknya sih sebenernya, karena hari Selasa itu saya kurang tidur. Beberapa tahun lalu waktu saya memaksakan donor darah dalam kondisi kurang tidur, selesai donor darah, saya langsung oleng dan terpaksa tiduran beberapa menit di kasur.

Rabu siang, saya datang lagi ke UTD-RS Fatmawati, dengan kondisi yang sudah sangat banyak tidur. Karena sudah ditunggu, petugas pendataan di UTD langsung menebak nama saya. Sambil melilitkan alat tensi ke lengan kiri saya, petugas tersebut bilang jika hasil lab kemarin menunjukkan sampel darah saya bagus. Selesai melakukan tensi, saya langsung diminta untuk masuk ruang donor. Disana saya bertemu mbak Manda dari Transmedic penyedia alat Apheresis.

Persiapan donor Apheresis ini ternyata menyita waktu cukup panjang, sekitar 15-20 menit. Jika donor biasa hanya mempersiapan kantong darah dengan jarum yang menyatu di ujung selang, perangkat donor Apheresis ini sangat banyak. Kantong dan selangnya banyak, juga ada tabung yang dimasukkan kedalam mesin. Ketika mesin, kantong dan selang sudah siap, dimulailah donor Apheresis tersebut pukul 11.30 WIB. Akhirnya kesampaian donor Apheresis.

Kata Mbak Manda, saat donor apheresis seperti ini ternyata tidak boleh sambil tidur. Sesekali kita akan diminta untuk meremas remas bola busa, untuk melancarkan aliran darah kita. Aktifitas meremas bola ini biasanya saat mesinnya berbunyi, yang menandakan darahnya kurang lancar mengalir.

Saya ingat testimoni orang yang pernah melakukan donor Apheresis. Dia bilang akan ada sensasi dingin ketika darah kita dikembalikan kedalam tubuh. Selama sekitar 45 menit proses donor Apheresis, saya belum merasakan hal itu. Saya hanya merasa sabuk tensi yang beberapa kali mengendor dan mengencang kembali.

Karena penasaran, saya tanya kepada Mbak Manda, “Ini kapan darahnya dikembalikan kedalam tubuh?” Dia menjawab sambil melihat layar yang ada di mesinnya, kalau saat itu sudah masuk ke putaran ke-3. Berarti waktu sabuk tensi mengendor dan mengencang itu adalah saat dimana darah masuk kembali kedalam tubuh dan saya tidak merasakan sensasi dingin itu. Kondisi ini sama seperti kondisi yang katanya setelah donor darah (whole blood) badan akan merasa segar, dan saya tidak merasakan kesegaran itu. Jadi kalau selesai donor darah ya biasa aja, sama seperti donor Apheresis ini.

Satu setengah jam proses donor Apheresis tidak begitu membosankan karena sembari mendonorkan darah, saya bertanya banyak hal kepada mbak Manda tentang Apheresis. Istilahnya, sambil menyelam minum air. selagi menunggu donor selesai sambil menambah ilmu dan inspirasi. FYI, ternyata mbak Manda ini adalah salah satu peserta X-Factor season ini, sebuah ajang menyanyi nasional yang ditayangkan di salah satu televisi lokal Indonesia.

Dari kisah saya ini, semoga semakin banyak yang tahu tentang Apheresis. Kata mbak manda, banyak orang yang tidak melakukan donor Apheresis bukan karena tidak mau, tetapi karena tidak tahu. Sadari potensimu untuk donor darah Apheresis.

Oh iya, karena ini donor pertama saya, saya diberi sebuah kaos dari kantornya mbak Manda. Selain itu saya juga dikasih cinderamata berupa bola yang tadi saya remas-remas saat donor darah. Dua minggu lagi saya sudah siap untuk donor Apheresis. Tak perlu menunggu sampai 3 bulan seperti donor yang biasa, Apheresis bisa dilakukan dengan rentang waktu lebih singkat.

Saya dengar jika donor Apheresis di UDD PMI Kramat, kita boleh pesan makanan apa aja dan dapet paket yang banyak dari PMI cabang tersebut, karena pendonor Apheresis adalah istimewa. Jika kamu potensial donor Apheresis, tunggu apa lagi? Yuk datangi PMI terdekat dan mari berbagi dengan donor darah Apheresis. (@FerdianKelana)

hits 3706 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *