Golongan Darah dan Rhesus

Berbeda dengan yang banyak orang ketahui selama ini, golongan darah tidak hanya memiliki 4 macam saja. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 30 jenis golongan darah telah berhasil diketahui. Golongan-golongan darah yang dimaksud diantaranya adalah ABO, Rhesus, Kidd, Duff, Lewis, dan lain-lain. Meski demikian, golongan darah lainnya jarang sekali diperiksa sebab kebanyakan orang memiliki golongan darah ABO. Pemeriksaan golongan darah sendiri dapat dilakukan melalui beberapa cara, yakni […]

Read more

Ketahui Rhesus Sebelum Donor Darah

Rhesus merupakan jenis golongan darah yang masih memiliki perdebatan dalam aspek genetika, nomenklatur, maupun interaksi antigeniknya. Golongan darah Rhesus terdiri atas dua jenis, yaitu Rhesus positif dan Rhesus negatif. Rhesus positif merupakan golongan darah yang memiliki rh-antigen dalam eritrositnya, sedangkan Rhesus positif tidak memiliki rh-antigen dalam eritrosit. Sistem golongan darah Rhesus memiliki antigen yang lebih kuat dibanding sistem golongan darah lainnya. Transfusi darah Rhesus positif sebanyak […]

Read more

Alasan Darah Tinggi dan Darah Rendah Tidak Boleh Donor Darah

Tekanan darah normal yang diperbolehkan untuk melakukan donor darah yaitu systole 100 sampai 140 mmHg dan diastole antara 60-90 mmHg. Biasanya, petugas menuliskannya dengan formula systole per diastole. Diluar rentang systole dan diastole ini mengindikasikan bahwa calon pendonor belum dapat melakukan niat baiknya tersebut. Calon pendonor perlu menormalkan tekanan darah terlebih dahulu agar dapat melakukan donor darah di kemudian hari. Jenis kedua adalah tekanan darah tinggi yang biasa […]

Read more

Mengenal Tekanan Darah

Setiap kali kita akan medonorkan darah, petugas donor darah tak serta-merta mempersilahkan kita untuk langsung melakukan proses donor. Petugas perlu memeriksa kondisi calon pendonor apakah layak atau tidak untuk mendonorkan darahnya. Salah satu komponen yang diperiksa adalah tekanan darah. Apakah yang dimaksud dengan tekanan darah? Bagaimana tekanan darah memengaruhi proses donor darah? Dalam buku Q & A Donor Darah karya Fitria Sidikah, tekanan darah adalah kekuatan jantung untuk memompa […]

Read more

Donor Darah Sukarela (DDS)

Donor Darah Sukarela (DDS) adalah orang yang dengan sukarela mendonorkan darahnya. Mereka tidak tahu siapa yang akan menerima darahnya. Donor Darah Sukarela biasanya memiliki prevalensi IMLTD yang paling rendah, karena tidak ada alasan kuat untuk menutupi semua informasi yang dapat membuat pendonor ditolak untuk mendonorkan darahnya. Banyaknya pendonor DDS yang rutin donor darah, yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah setiap […]

Read more

Donor Darah Pengganti (DDP)

DDP biasanya berasal dari keluarga, kerabat, atau siapa pun yang ingin mendonorkan darahnya hanya untuk pasien tertentu. Artinya, pendonor DDP tahu siapa yang akan menerima darahnya. Misalnya, pendonor darah yang ikut donor untuk menyumbangkan darahnya khusus bagi pasien tertentu yang infonya tersebar melalui jejaring sosial. DDP sebaiknya dapat berkelanjutan menjadi Donor Darah Sukarela (DDS). Namun belum semua DDP dengan otomatis […]

Read more

Donor Darah Bayaran

Donor Darah Bayaran adalah orang yang memiliki motivasi untuk menerima uang atau bayaran setelah mendonorkan darahnya. Donor Darah Bayaran biasanya cenderung menyembunyikan kondisi yang memungkinkan dirinya dapat ditolak untuk mendonorkan darahnya karena tidak memenuhi syarat donor darah. Termasuk jika orang tersebut menderita atau pernah terjangkit penyakit yang membahayakan orang lain. Donor Darah Bayaran biasanya memiliki prevalensi IMLTD (Infeksi Menular Lewat […]

Read more

Apa yang Dimaksud dengan Donor Darah?

Donor Darah atau pendonor adalah Orang yang menyumbangkan darah atau komponen darah kepada pasien, untuk tujuan mulia yaitu untuk penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Jadi, jika ada orang yang mendonorkan darahnya diluar dua tujuan di atas, tidak bisa dikatakan sebagai donor darah. Ada tiga tipe donor: – Donor Darah Bayaran – Donor Darah Pengganti (DDP) – Donor Darah Sukarelawan (DDS) […]

Read more

Donor Autologus dan Donor Alogenetik

Pasti kebanyakan dari kita orang awam masih belum tahu dengan istilah Donor Autologus dan Donor Alogenetik. Donor Autologus adalah kegiatan donor darah yang darahnya diperuntukkan untuk diri sendiri. Apa maksudnya? Ternyata kita juga bisa mendonorkan darah untuk diri kita sendiri. Ketika kita melakukan donor darah untuk diri sendiri, darah tersebut akan diproses dan disimpan lebih dulu, dan ketika dibutuhkan maka darah yang tadi sudah diproses dan […]

Read more

Prosedur Donor Apheresis

Nah, pada pembahasan tentang apheresis sebelumnya sudah dijelaskan bahwa donor apheresis hanya mengambil komponen tertentu saja dari darah, misalnya saja hanya mengambil trombosit. Sisa komponen darah yang lainnya akan dikembalikan lagi ke dalam tubuh pendonor. Itulah mengapa pada proses donor apheresis memakan waktu lebih lama dari donor biasa. Kalau untuk donor biasa, waktu yang diperlukan maksimal 30 menit, tetapi kalau donor apheresis bisa membutuhkan waktu 1-2 jam. Mengapa […]

Read more
1 2