Persyaratan donor darah, perlu kah ditepati? (1)

Syarat Donor DarahBerikut ini adalah syarat seseorang agar boleh melakukan donor darah :

  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Usia minimal 17 tahun. Pendonor pertama kali dengan umur >60 tahun dan pendonor ulang dengan umur >65 tahun dapat menjadi pendonor dengan perhatian khusus berdasarkan pertimbangan medis kondisi kesehatan.
  • Donor darah lengkap:
    – ≥ 55 kilogram untuk penyumbangan darah 450 mL.
    – ≥ 45 kilogram untuk penyumbangan darah 350 mL.
  • Tekanan darah : Sistolik : 90 hingga 160 mm Hg
    Diastolik : 60 hingga 100 mm Hg
    Dan perbedaan antara sistolik dengan diastolik lebih dari 20 mmHg
  • Denyut nadi : 50 hingga 100 kali per menit dan teratur.
  • Suhu tubuh : 36,5 – 37,5 derajat C
  • Kadar haemoglobin 12,5g% s/d 17,0g%.
  • Interval donor : Laki-Laki : 2 bulan, Perempuan : 2 bulan, 48 jam jika penyumbangan terakhir adalah prosedur plasmapheresis atau plateletpheresis (dan dalam jumlah maksimal penyumbangan darah lengkap per tahun).

Pernah nggak sih diantara kita yang bertanya apa maksud dan tujuan dari persyaratan donor darah tersebut? Apa akan menimbulkan efek jika salah satu dilanggar?

Baik, mari kita kupas satu persatu alasan dibalik persyaratan donor darah yang harus dipatuhi.

  • Sehat jasmani dan rohani

Seseorang yang ingin donor darah harusnya mempunyai kesehatan yang baik, baik sehat secara jasmani maupun secara rohani. Mengapa demikian, karena fungsi donor darah adalah untuk menolong seseorang yang membutuhkan darah yang notabene sedang dalam keadaan yang tidak sehat. Nang kebayang dong jika pendonor juga sakit, otomatis darah yang dihasilkan juga akan terpengaruh oleh kualitas kesehatan pendonor. Calon pendonor tidak hanya harus sehat secara jasmani, tapi juga secara mental. Calon pendonor yang mempunyai tuna grahita (cacat mental) tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya. Mengapa dilarang, karena seseorang yang cacat grahita dikhawatirkan tidak benar-benar tahu apa yang dilakukannya, dan bisa menyangka bahwa donor menyakiti mereka dengan menusukan jarum ke lengannya, sehingga bukan tidak mungkin mereka dapat melakukan hal-hal yang justru dapat membahayakan diri mereka. Jadi keep healthy ya supaya bisa terus membantu sesama melalui donor darah.

  • Usia 17 sampai dnegan 65 tahun

Diantara kita ada nggak yang ditolak karena usia belum mencukupi 17 tahun? Yups, untuk bisa donor darah perlu juga memperhatikan usia. Di Indonesia, usia minimum untuk bisa donor adalah usia 17 tahun. Mengapa demikian, karena pada usia 17 tahun seseorang sudah mendapatkan legalitas dari hukum sesuai hukum di Indonesia. Jadi jika usia di bawah 17 tahun tidak boleh donor darah? Boleh, asal syarat kesehatan lain terpenuhi dan mempunyai ijin tertulis dari orang tua. Pendonor yang usainya di bawah 17 tahun diperbolehkan ketika dalam keadaan mendesak, contohnya ketika darah yang dibutuhkan adalah jenis darah langka. Lalu mengapa batas usia pendonor maksimum 65? Batasan usia maksimum pendonor ada 2 macam, jika pendonor yang baru mendonorkan darahnya maksimum usia 60 tahun, sedangkan untuk pendonor yang sudah terbiasa mendonorkan darahnya maksimum usia 65 tahun. Mengapa ada perbedaan batasan usia, karena jika seseorang tersebut baru pertama kali mendonorkan darahnya pada usia lanjut (maksimum 60 tahun) organ tubuh orang tersebut belum terbiasa beradaptasi untuk membentuk sel darah baru, seperti halnya pendonor darah yang rutin mendonorkan darahnya.

Pembahasan selanjutnya klik

Sumber :

hits 15490 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *