Cheara, anugerah yang tidak terduga (Part 9)

Kami bertanya kepada suster, susu apa yang diberikan kepada bayi Cheara, karena kemarin setelah berbicara dengan dokter kami lupa membatalkan perintah untuk stop ASI. Ternyata, susu yang diberikan adalah susu formula. Kami pun menduga-duga apa mungkin karena ASI. Tanpa menginformasikan ke dokter, kami tetap mencoba untuk stop ASI, Allahualam.

Di hari itu juga, kami menunggu keputusan transfuse HB. Menurut mBank Darah, dokter mengajukan permintaan darah PRC (Packed Red Cells) ke Bank Darah. Untuk transfuse HB atau transfusi darah biasa, bisa saja menggunakan darah O atau B. Pukul 18.36 wib, kami mendapat informasi bahwa Bank Darah telah melakukan pemeriksaan awal, mencocokkan darah B pada bayi Cheara dengan darah B yang tersedia, hasilnya darah B incompatible atau tidak cocok.

Selanjutnya, Bank Darah melaporkan hasil pemeriksaan lab ke dokter bahwa darah B incompatible. Apabila dokter telah memberikan instruksi, Bank Darah akan meminta kami untuk ke PMI menyerahkan berkas hasil pemeriksaan awal untuk ditindaklanjuti kurang lebih selama 6 – 8 jam. PMI akan mencocokkan kembali dari beberapa darah O dan B mencari mana yang cocok. Setelah mendapatkan hasil, PMI akan melaporkan ke dokter untuk diambil keputusan darah mana yang akan dipakai. Keputusan dari dokter akan kami bawa lagi ke PMI untuk mendapatkan darah yang dimaksud. Begitulah kira-kira menurut petugas Bank Darah.

Akhirnya, pukul 19.30 wib, kami mendapat informasi bahwa transfusi HB menggunakan darah O titer rendah kemarin sebanyak 60 cc, namun tidak lagi dengan titer rendah nya, melainkan hanya diambil untuk meningkatkan HB saja. Transfusi HB dilakukan sebanyak dua kali, malam itu juga sekitar pukul 21.30 wib, selama 2 jam sebanyak 30 cc. 12 jam kemudian di tanggal 9 juli 2015 sekitar pukul 10.30 wib, transfusi kedua dilakukan selama 2 jam lagi sebanyak 30 cc.

Sampai dengan malam itu, banyak yang menawarkan untuk donor darah O, meskipun transfuse tukar sudah tidak lagi diperlukan. Semua calon pendonor dari berbagai kalangan turut mendoakan kesembuhan bayi Cheara. Bahkan banyak yang menyemangati kami, jangan menangis di depan si kecil, kalian orang tua yang hebat, kami terharu.

Kami tidak menangis, kami yakin bayi Cheara kuat, senyum Aqilah dan wajah lucu nan imut nya Cheara yang menyemangati kami. Seolah Cheara berkata, ayah bunda aku tidak apa-apa, I love you. Sesekali kami membacakan doa, dan Aqilah membacakan ayat kursi yang direkam dari rumah. Sambil menggendong bayi Cheara, kami menyanyikan lagu yang 10 memang sudah sering kami nyanyikan sejak Aqilah bayi, lagu karangan sendiri. (cerita selanjutnya)

hits 2610 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *