Cheara, anugerah yang tidak terduga (Part 5)

Setelah satu hari, bayi Cheara kembali menunjukkan gejala kuning. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah, bilirubin kembali naik menjadi 15. Kasihan sekali bayi kecil kami yang dalam satu hari sekali harus diambil darah, namun ini semua demi kebaikan bayi Cheara, dan kami yakin bayi Cheara kuat.

Di hari selanjutnya, bayi Cheara membaik, bilirubin menjadi 12. Tim dokter mencoba melakukan observasi dengan mengurangi terapi menjadi double blue light saja. Setelah dua hari, hasil bilirubin membaik menjadi 10. Kemudian bayi Cheara diobservasi tanpa menggunakan blue light lagi. Namun satu hari setelahnya, hasil darah menunjukkan kenaikan bilirubin hingga 17.

Sejak saat itu tim dokter memutuskan untuk melakukan transfuse tukar. Transfusi tukar dilakukan dengan darah golongan O titer rendah yang tersedia di PMI. Apabila tidak tersedia, kami harus mencari pendonor. Dan selama darah belum didapat, bayi Cheara tetap diterapi sinar.

Ini hal baru lagi bagi kami, bayi Cheara harus ditranfusi tukar dengan darah lengkap (WB, Whole Blood) yang bergolongan darah O dan memiliki titer rendah. Golongan darah O titer rendah ini sangat sulit di cari, apalagi di bulan puasa yang jumlah pendonor biasanya berkurang di PMI.

Jadi menurut keterangan dokter, transfuse tukar pada bayi Cheara merupakan proses penukaran golongan darah, yang semula bergolongan darah B menjadi golongan darah O. Sehingga setelah dilakukan transfusi, bayi Cheara akan memiliki golongan darah O selama kurang lebih 2 bulan, sampai nanti perlahan golongan darah kembali seperti semula menjadi golongan darah B. Untuk itu diperlukan golongan darah O dengan titer rendah agar tidak inkompatibiliti terhadap golongan darah B pada saat transfusi tukar.

Kami sampai dengan sekarang masih bertanya dengan kriteria golongan darah O titer rendah. Informasi yang kami dapat dari PMI, golongan darah O titer rendah banyak didapati pada pendonor yang pertama kali, atau belum pernah donor darah. Namun, tidak menutup kemungkinan pada pendonor yang jarang, semakin sering seseorang donor, semakin kecil kemungkinan golongan darah O titer rendah didapatkan. Menurut dokter, kemungkinan besar darah O dengan titer rendah bisa saja didapatkan dari pendonor golongan darah O yang ada di keluarga pihak ayah si bayi. Berdasarkan hitungan logika saya, golongan darah O dengan titer rendah merupakan golongan darah yang tidak mengandung anti terhadap golongan darah A maupun B. Karena dominan di keluarga saya, golongan darah adalah B, apabila di keluarga saya terdapat golongan darah O, kesimpulan saya, kemungkinan besar golongan darah O tersebut merupakan titer rendah karena tidak memiliki anti terhadap golongan darah B. (Cerita selanjutnya)

hits 4722 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *