Macam Jenis Indikasi Transfusi Darah

Darah Utuh (Whole Blood) Untuk mengatasi perdarahan yang lebih dari 30% Total Blood Volume (TBV). Pada bayi, transfusi darah sudah harus diberikan bila kehilangan 10% TBV Perdarahan Akut Syok Hipovolemi* Bedah mayor dengan perdarahan >1500 ml *Syok Hipovolemi: Adalah kondisi darurat dimana perdarahan parah dan hilangnya cairan membuat jantung tidak mampu memompa cukup darah ke tubuh. Darah Endap (Packed Red Cell) […]

Read more

Indikasi Transfusi Darah

Transfusi darah adalah tindakan memasukkan darah atau komponennya ke dalam sistem pembuluh darah seseorang. Komponen darah yang biasa ditransfusikan ke dalam tubuh seseorang adalah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit, dan plasma darah. Transfusi darah merupakan pengobatan simptomatis, bertujuan menggantikan atau menambah komponen darah yang hilang atau yang terdapat dalam jumlah yang tidak mencukupi. Tindakan transfusi darah […]

Read more

Hukum Donor Darah Saat Menjalankan Ibadah Puasa

Pada saat bulan puasa, banyak orang mempertanyakan boleh atau tidaknya melakukan donor darah. Banyak orang yang enggan untuk melakukan donor darah saat puasa karena khawatir akan membatalkan puasanya. Pada tahun 2000, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan fatwa terkait pelaksanaan donor darah kala menjalankan ibadah puasa. Poin-poin penting terkait hukum donor darah saat menjalankan ibadah puasa yang dimuat oleh Fatwa MUI, […]

Read more

Alasan Darah Tinggi dan Darah Rendah Tidak Boleh Donor Darah

Tekanan darah normal yang diperbolehkan untuk melakukan donor darah yaitu systole 100 sampai 140 mmHg dan diastole antara 60-90 mmHg. Biasanya, petugas menuliskannya dengan formula systole per diastole. Diluar rentang systole dan diastole ini mengindikasikan bahwa calon pendonor belum dapat melakukan niat baiknya tersebut. Calon pendonor perlu menormalkan tekanan darah terlebih dahulu agar dapat melakukan donor darah di kemudian hari. Jenis kedua adalah tekanan darah tinggi yang biasa […]

Read more

Donor Darah Sukarela (DDS)

Donor Darah Sukarela (DDS) adalah orang yang dengan sukarela mendonorkan darahnya. Mereka tidak tahu siapa yang akan menerima darahnya. Donor Darah Sukarela biasanya memiliki prevalensi IMLTD yang paling rendah, karena tidak ada alasan kuat untuk menutupi semua informasi yang dapat membuat pendonor ditolak untuk mendonorkan darahnya. Banyaknya pendonor DDS yang rutin donor darah, yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah setiap […]

Read more

Donor Darah Pengganti (DDP)

DDP biasanya berasal dari keluarga, kerabat, atau siapa pun yang ingin mendonorkan darahnya hanya untuk pasien tertentu. Artinya, pendonor DDP tahu siapa yang akan menerima darahnya. Misalnya, pendonor darah yang ikut donor untuk menyumbangkan darahnya khusus bagi pasien tertentu yang infonya tersebar melalui jejaring sosial. DDP sebaiknya dapat berkelanjutan menjadi Donor Darah Sukarela (DDS). Namun belum semua DDP dengan otomatis […]

Read more

Donor Darah Bayaran

Donor Darah Bayaran adalah orang yang memiliki motivasi untuk menerima uang atau bayaran setelah mendonorkan darahnya. Donor Darah Bayaran biasanya cenderung menyembunyikan kondisi yang memungkinkan dirinya dapat ditolak untuk mendonorkan darahnya karena tidak memenuhi syarat donor darah. Termasuk jika orang tersebut menderita atau pernah terjangkit penyakit yang membahayakan orang lain. Donor Darah Bayaran biasanya memiliki prevalensi IMLTD (Infeksi Menular Lewat […]

Read more

Apa yang Dimaksud dengan Donor Darah?

Donor Darah atau pendonor adalah Orang yang menyumbangkan darah atau komponen darah kepada pasien, untuk tujuan mulia yaitu untuk penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Jadi, jika ada orang yang mendonorkan darahnya diluar dua tujuan di atas, tidak bisa dikatakan sebagai donor darah. Ada tiga tipe donor: – Donor Darah Bayaran – Donor Darah Pengganti (DDP) – Donor Darah Sukarelawan (DDS) […]

Read more

Donor Autologus dan Donor Alogenetik

Pasti kebanyakan dari kita orang awam masih belum tahu dengan istilah Donor Autologus dan Donor Alogenetik. Donor Autologus adalah kegiatan donor darah yang darahnya diperuntukkan untuk diri sendiri. Apa maksudnya? Ternyata kita juga bisa mendonorkan darah untuk diri kita sendiri. Ketika kita melakukan donor darah untuk diri sendiri, darah tersebut akan diproses dan disimpan lebih dulu, dan ketika dibutuhkan maka darah yang tadi sudah diproses dan […]

Read more

Prosedur Donor Apheresis

Nah, pada pembahasan tentang apheresis sebelumnya sudah dijelaskan bahwa donor apheresis hanya mengambil komponen tertentu saja dari darah, misalnya saja hanya mengambil trombosit. Sisa komponen darah yang lainnya akan dikembalikan lagi ke dalam tubuh pendonor. Itulah mengapa pada proses donor apheresis memakan waktu lebih lama dari donor biasa. Kalau untuk donor biasa, waktu yang diperlukan maksimal 30 menit, tetapi kalau donor apheresis bisa membutuhkan waktu 1-2 jam. Mengapa […]

Read more
1 2 3 4