Penyebab Leukemia (2)

6. Faktor ras dan etnis Tingkat CLL lebih tinggi terjadi pada beberapa populasi Yahudi, namun jarang terjadi pada orang dengan etnis Asia. Tingkat insiden yang lebih tinggi terlihat di antara Kaukasia (kulit putih) dibandingkan dengan kelompok kulit hitam. Penelitian Lee at all (2009) dengan desain kohort di The Los Angeles County-University of Southern California (LAC+USC) Medical Centre melaporkan bahwa penderita leukemia menurut etnis terbanyak […]

Read more

Penyebab Leukemia (1)

Meskipun pada sebagian besar penderita leukemia faktor-faktor penyebabnya tidak dapat diidentifikasi, tetapi ada beberapa faktor yang terbukti dapat menyebabkan leukemia, yaitu faktor genetik, sinar radioaktif, virus, jenis kelamin, usia, faktor ras dan etnis, riwayat keluarga, paparan zat kimia, obat-obatan, merokok, dan riwayat terapi kanker. Berikut ini akan kami coba menjelaskannya satu persatu : 1. Faktor Genetik Insiden leukemia akut pada anak-anak penderita […]

Read more

Pemeriksaan Kondisi Fisik Pasien Leukemia

Pemeriksaan kondisi fisik ialah bagian penting dalam perawatan pasien leukemia. Pemeriksaan ini dilakukan guna menegakan diagnosis, menetapkan kondisi pasien, dan tindak penanganan berikutnya. Pada pasien leukemia, pemeriksaan fisik biasanya meliputi pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah, tekanan jantung, dan gejala umum lainnya. Leukemia merupakan penyakit kanker sel darah yang biasanya terbagi atas empat kelompok, yakni leukemia akut, yang terbagi kembali atas […]

Read more

Keluhan Awal Pasien Leukemia

Kebanyakan pasien leukemia biasanya mengalami beberapa keluhan yang sama sebelum merujuk ke dokter. Kelelahan, memar, muka pucat, pendarahan pada gusi, rasa sakit kepala, dan pernapasan yang pendek adalah keluhan-keluhan yang sering dilontarkan oleh pasien leukemia. Selain itu, masih banyak lagi keluhan lain yang dialami pasien leukemia, seperti anemia, nyeri sendi dan tulang, hingga penurunan kesadaran. Leukemia merupakan penyakit kanker yang […]

Read more

Hiperbilirubinemia

Hiperbilirubinemia adalah ikterus dengan konsentrasi bilirubin serum yang  menjurus ke arah terjadinya kern ikterus atau ensefalopati bilirubin bila kadar bilirubin tidakdikendalikan(Mansjoer,2008). Hiperbilirubinemia fisiologis yang  memerlukan terapi sinar, tetap tergolong non patologis sehingga disebut ‘Excess Physiological Jaundice’. Digolongkan sebagai hiperbilirubinemia patologis (Non Physiological Jaundice) apabila kadar serum bilirubin terhadap usia neonatus>95% menurut Normogram Bhutani(Etika et al,2006). Ikterus adalah gambaran klinis berupa […]

Read more

Diagnosa Leukemia

Seperti yang telah kita ketahui bersama, leukemia adalah kanker yang menyerang sel  darah yang berasal dari sumsum tulang yang ditandai dengan peningkatan sel darah putih (leukosit) tidak normal. Lalu bagaimana cara untuk mendiagnosa penyakit ini? Artikel berikut mencoba menjelaskan beberapa cara diagnosa leukemia. Pemeriksaan fisik si penderita leukemia menjadi tahap awal diagnosa. Pemeriksaan fisik yang dimaksud meliputi pemeriksaan pembengkakan getah […]

Read more

Gejala Penyakit ITP

Gejala-gejala yang terjadi antara lain kulit mudah memar, pendarahan luka lebih lama, mimisan, dan adanya darah pada tinja dan urine. ITP tak hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan juga kepada anak-anak. Jika terjadi kepada anak, biasanya akan pulih tanpa adanya pengobatan khusus. Namun, ITP yang menimpa orang dewasa umumnya sudah masuk jenis penyakit kronis. Meski begitu, tetap diperlukan tes darah […]

Read more

Mengenal Kelainan Penyakit ITP

Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) adalah penyakit kelainan autoimun  yang diindikasi oleh jumlah trombosit (sel darah merah) dibawah normal. Ketika trombosit rendah, maka tubunya sangat mudah mengalami luka dan memar. Perlu diketahui bahwa trombosit adalah sel darah yang membantu proses penggumpalan. Normalnya, trombosit berkisar di angka 150.000 – 400.000. Namun, pada umumnya penderita ITP memiliki angka trombosit kurang dari 20.000. Semakin […]

Read more

Penyebab Anemia Aplastik

Anemia aplastik disebabkan oleh radiasi, paparan bahan kimia, virus, ataupun kelainan genetik. Tetapi, kebanyakan pasien anemia aplastik tidak diketemukan penyebab penyakitnya atau idiopatik. Anemia aplastik yang disebabkan oleh pengaruh genetik disebut sebagai anemia yang diturunkan, sedangkan  aplastik yang disebabkan pengaruh lain disebut anemia aplastik yang didapat. Individu yang mengidap penyakit anemia aplastik biasanya memiliki wajah yang pucat, tubuhnya lemah, sering […]

Read more

Kenali Anemia Aplastik

Tahukan Anda tentang anemia aplastik? Anemia dikenal luas sebagai penyakit kekurangan darah. Secara klinis, anemia disebabkan oleh rendahnya produksi sel darah merah atau hemoglobin, meningkatnya kerusakan sel darah marah, dan kehilangan darah yang berlebihan. Salah satu penyakit anemia yang sering diketemukan ialah anemia aplastik. Anemia aplastik termasuk dalam jenis penyakit anemia non-gizi. Anemia aplastik merupakan kelainan yang ditandai dengan pansitopenia […]

Read more
1 2 3 4