Donor Darah, tubuh jadi gemuk atau jadi langsing?

“Bener nggak sih kalau rajin donor itu membuat seseorang menjadi semakin gemuk?” Pertanyaan itu terlontar dari salah seorang teman administrator @DonorDarahINFO, beliau bercerita bahwa setelah dia rutin donor darah berat badannya kini semakin bertambah. Hal itu tidak hanya terjadi pada dirinya sendiri, tapi beberapa temannya yang beliau ajak donor darah juga merasa berat badannya bertambah. Sebelum mendapatkan jawabannya, mari kita […]

Read more

Risiko Transfusi Darah: Graft-Versus-Host Disease

Graft-versus-host disease (GVHD) adalah suatu kondisi dimana seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah mendapat sel darah putih dalam produk darah yang ditransfusikan. Sel-sel darah putih dari transfusi menyerang jaringan pasien yang mendapat darah. Hal ini lebih mungkin terjadi jika darah berasal dari keluarga atau seseorang yang memiliki jenis jaringan yang sama dengan pasien. Sistem kekebalan tubuh pasien tidak […]

Read more

Risiko Transfusi Darah: Cedera Paru Akut Akibat Transfusi

Merupakan suatu kondisi klinik berupa manifestasi hipoksemia akut dan edema pulmoner bilateral yang terjadi dalam 6 jam setelah transfusi. Ada juga sindrom TRALI (Transfusion-associated Acute Lung Injury) yang tertunda yang terjadi hingga 72 jam setelah transfusi diberikan. Cedera paru akut disebabkan oleh plasma donor yang mengandung antibodi yang melawan leukosit pasien. Angka kejadiannya dilaporkan sekitar 1 dari 1.200 sampai 25.000 transfusi; […]

Read more

Risiko Transfusi Darah: Infeksi

PMI berperan melakukan kegiatan surveilans atau pengamatan terhadap kasus-kasus infeksi yang penularannya salah satunya karena transfusi darah, dengan melakukan skrining atau penapisan darah donor. Tujuan skirining ini adalah untuk mengamankan darah donor supaya bebas dari beberapa penyakit infeksi seperti pada Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, Malaria, DBD, dan HIV/AIDS. Meskipun setiap orang diperiksa jika dia menderita infeksi yang mungkin ditularkan […]

Read more

Risiko Transfusi Darah: Reaksi Hemolitik

Reaksi hemolitik terdiri dari dua bagian, yaitu reaksi hemolitik akut dan reaksi hemolitik lambat. Reaksi hemolitik akut adalah yang paling serius, tetapi jarang terjadi. Umumnya disebabkan oleh kesalahan identifikasi dalam pencocokan sampel darah resipien dan donor (crossmatch), sehingga antibodi pasien menyerang sel darah merah yang ditransfusikan dan memicu terlepasnya zat-zat yang dapat membahayakan ginjal. Gejalanya berupa demam menggigil, mual, nyeri […]

Read more

Risiko Transfusi Darah: Reaksi Alergi (Urtikaria) dan Reaksi Anafilaksis

Reaksi alergi ringan yang menyerupai urtikaria timbul pada 3% transfusi. Meskipun darah yang diberikan sudah tepat, sebagian orang akan mengalami reaksi alergi selama atau segera setelah menjalani transfusi darah. Reaksi alergi ini diduga terjadi akibat adanya bahan terlarut di dalam plasma donor yang bereaksi dengan antibodi resipien. Gejalanya berupa ruam kulit yang gatal, yang dapat diatasi dengan antihistamin. Renjatan anafilaksis […]

Read more

Risiko Transfusi Darah: Demam

Orang yang menerima darah mengalami demam mendadak selama atau dalam waktu 24 jam sejak transfusi. Demam adalah respon tubuh yang normal yang dapat timbul karena antibodi resipien bereaksi dengan leukosit donor. Gejala yang menyertainya berupa menggigil, sakit kepala, dan mual. Pasien dengan reaksi demam akan diuji lebih lanjut untuk memastikan bahwa reaksi ini hanya demam, karena ada beberapa reaksi serius […]

Read more

Mengenal Risiko yang Mungkin Timbul pada Transfusi Darah

Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok, dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah. Sebuah penelitian melaporkan bahwa reaksi transfusi yang tidak diharapkan ditemukan pada 6,6% resipien, di mana sebagian besar (55%) […]

Read more
1 2 3 4