Jenis, Metode, Prosedur/Cara Kerja, dan Interpretasi Hasil Cross Match

Jenis, Metode, Prosedur/Cara Kerja, dan Interpretasi Hasil Cross Match Pada prinsipnya, cross match dilakukan untuk mendeteksi ketidakcocokan antara darah donor dan darah resipien yang tidak dapat ditemukan pada proses penggolongan darah sebelumnya. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai jenis, metode, prosedur/cara kerja, dan interpretasi hasil cross match untuk melengkapi pembahasan pada artikel sebelumnya. Jenis dan Metode Cross Match Ada dua […]

Read more

Cross Match dan Kaitannya dengan Keselamatan Pasien

Cross Match dan Kaitannya dengan Keselamatan Pasien Sumber gambar: http://www.wardelab.com/24-1.html Cross match atau yang juga dikenal dengan istilah cross matching test, compatibility test, uji silang, atau uji cocok silang sangat penting dilakukan sebelum darah dari pendonor ditransfusikan ke pasien. Cross match merupakan  salah satu tahapan dalam prosedur pelayanan darah PMI. Dalam Peraturan Pemerintah RI No. 7 tahun 2011 dan Peraturan […]

Read more

Mendeteksi Leukemia, bagaimana caranya?

Secara umum diagnosis penyakit leukemia (kanker darah) dapat dipastikan dengan beberapa pemerikasaan, diantaranya : Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik untuk jenis ALL yaitu ditemukan splenomegali (86%), hepatomegali, limfadenopati, nyeri tekan tulang dada, ekimosis, dan perdarahan retina. Pada penderita AML ditemukan hipertrofi gusi yang mudah berdarah. Kadang-kadang ada gangguan penglihatan yang disebabkan adanya perdarahan fundus oculi. Pada penderita leukemia jenis CLL ditemukan hepatosplenomegali dan limfadenopati. Anemia, […]

Read more

Apakah Leukemia Bisa Sembuh?

Sering kali pertanyaan ini timbul ketika diri sendiri, keluarga, teman, atau orang terdekat kita terdiagnosis Leukemia. Leukemia seakan menjadi penyakit dengan vonis  mematikan bagi penderitanya dan jauh dari kesembuhan. Lalu apakah ada kata “sembuh” untuk penyakit darah yang termasuk kanker  ini? Pasien yang diduga leukemia akan menjalani berbagai pemeriksaan seperti pemeriksaan darah tepi dan sumsum tulang, juga pemeriksaan pada organ […]

Read more

Macam-macam Pengobatan Leukemia

Radioterapi Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Sinar berenergi tinggi ini ditujukan terhadap limpa atau bagian lain dalam tubuh tempat menumpuknya sel leukemia. Energi ini bisa menjadi gelombang atau partikel seperti proton, elektron, x-ray dan sinar gamma. Pengobatan dengan cara ini dapat diberikan jika terdapat keluhan pendesakan karena pembengkakan kelenjar getah bening setempat. Transplantasi Sumsum Tulang Transplantasi sumsum tulang dilakukan untuk […]

Read more

Pengobatan Leukemia : Leukemia Myeloid Kronis (CML)

Pada pasien dengan CML dibedakan menjadi fase kronik , fase akselerasi atau percepatan, fase blast, dan fase kekambuhan. Pada fase awal atau kronik, Busulfan dan Hidroksiurea merupakan obat pilihan yang mampu menahan pasien bebas dari gejala untuk jangka waktu yang lama. Regimen dengan bermacam obat yang intensif merupakan terapi pilihan fase kronis CML yang tidak diarahkan pada tindakan transplantasi sumsum tulang. Akan tetapi jika […]

Read more

Pengobatan Leukemia : Leukemia Limfositik Kronis (CLL)

Leukemia CLL merupakan satu-satunya jenis leukemia yang dibedakan menjadi beberapa stadium, dimana stadium ini berguna untuk menentukan rencana terapi dan prognosis pada pasien CLL. Klasifikasi Rai merupakan salah satu sistem penderajatan yang dipakai. Stadium 0 : Limfositosis darah tepi dan sumsum tulang Stadium I : Limfositosis dan limfadenopati Stadium II : Limfositosis dan splenomegali/hepatomegali Stadium III : Limfositosis dan anemia (Hb<11 gr/dl) […]

Read more

Pengobatan Leukemia : Leukemia Myeloid Akut (AML)

Pengobatan untuk leukemia myeloid akut didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid penderita. Rencana pengobatan pada pasien dengan AML dilakukan dalam 2 tahap terapi kemoterapi, yaitu Induksi remisi dan terapi post-remisi. Terapi induksi remisi bertujuan untuk membunuh sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang untuk mencapai remisi komplit. Kemoterapi diberikan melalui intravena. Terapi ini berlangsung sekitar 4 minggu, dengan 1 minggu kemoterapi dan […]

Read more

Pengobatan Leukemia : Leukemia Limfositik Akut (ALL)

Leukemia yang umum terjadi pada anak-anak ini memiliki terapi pengobatan kemoterapi yang dilakukan secara bertahap, yaitu induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan. Tahap pengobatan ini tidak digunakan sama untuk semua orang. Terapi induksi meliputi kemotrapi dan pemberian kortikosteroid. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membunuh sel-sel leukemia yang terdapat di dalam darah dan sumsum tulang untuk menimbulkan masa remisi (masa dimana hilangnya tanda dan gejala penyakit/penyakit […]

Read more

Pengobatan Leukemia

Leukemia merupakan proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang lain daripada normal dengan jumlah berlebihan, serta dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang. Ada empat jenis leukemia, Leukemia Limfositik Akut (ALL), Leukemia Myeloid Akut (AML), Leukemia Limfositik Kronis (CLL), dan Leukemia Myeloid Kronis (CML). Tujuan pengobatan leukemia adalah mencapai kesembuhan total dengan menghancurkan sel-sel leukemik sehingga sel normal bisa tumbuh kembali […]

Read more
1 2 3 4