Pengobatan Leukemia : Leukemia Limfositik Kronis (CLL)

Leukemia CLL merupakan satu-satunya jenis leukemia yang dibedakan menjadi beberapa stadium, dimana stadium ini berguna untuk menentukan rencana terapi dan prognosis pada pasien CLL. Klasifikasi Rai merupakan salah satu sistem penderajatan yang dipakai. Stadium 0 : Limfositosis darah tepi dan sumsum tulang Stadium I : Limfositosis dan limfadenopati Stadium II : Limfositosis dan splenomegali/hepatomegali Stadium III : Limfositosis dan anemia (Hb<11 gr/dl) […]

Read more

Pengobatan Leukemia : Leukemia Myeloid Akut (AML)

Pengobatan untuk leukemia myeloid akut didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid penderita. Rencana pengobatan pada pasien dengan AML dilakukan dalam 2 tahap terapi kemoterapi, yaitu Induksi remisi dan terapi post-remisi. Terapi induksi remisi bertujuan untuk membunuh sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang untuk mencapai remisi komplit. Kemoterapi diberikan melalui intravena. Terapi ini berlangsung sekitar 4 minggu, dengan 1 minggu kemoterapi dan […]

Read more

Pengobatan Leukemia : Leukemia Limfositik Akut (ALL)

Leukemia yang umum terjadi pada anak-anak ini memiliki terapi pengobatan kemoterapi yang dilakukan secara bertahap, yaitu induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan. Tahap pengobatan ini tidak digunakan sama untuk semua orang. Terapi induksi meliputi kemotrapi dan pemberian kortikosteroid. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membunuh sel-sel leukemia yang terdapat di dalam darah dan sumsum tulang untuk menimbulkan masa remisi (masa dimana hilangnya tanda dan gejala penyakit/penyakit […]

Read more

Pengobatan Leukemia

Leukemia merupakan proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang lain daripada normal dengan jumlah berlebihan, serta dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang. Ada empat jenis leukemia, Leukemia Limfositik Akut (ALL), Leukemia Myeloid Akut (AML), Leukemia Limfositik Kronis (CLL), dan Leukemia Myeloid Kronis (CML). Tujuan pengobatan leukemia adalah mencapai kesembuhan total dengan menghancurkan sel-sel leukemik sehingga sel normal bisa tumbuh kembali […]

Read more

Chronic Myelogenous Leukemia (CML)

Leukemia myeloid kronis atau Chronic Myelogenous Leukemia (CML) adalah salah satu myeloproliferative disorder yang ditandai dengan peningkatan proliferasi (memperluas diri sendiri) sel-sel granulositik tanpa kehilangan kemampuan berdiferensiasi. CML ditandai dengan perubahan kromosom spesifik dan kehadiran kromosom Philadelphia, yang merupakan penanda untuk CML, ketika sel-sel leukemia dianalisis. Kromosom Philadelphia ini berisi gen abnormal yang disebut dengan gen BCR-ABL. CML terjadi terutama pada orang dewasa dengan usia […]

Read more

Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)

Leukemia Limfoblastik Kronik atau Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) adalah kelainan monoklonal yang ditandai dengan akumulasi limfosit yang inkompeten secara fungsional secara progresif. Menurut Elter pada tahun 2006, CLL merupakan bentuk leukemia paling umum yang ditemukan pada dewasa di negara-negara Barat. Seperti kasus malignansi lainnya, penyebab pasti CLL belum diketahui. Penyakit ini merupakan penyakit yang didapat, jarang sekali ditemukan kasus familial (Slager, 2009). Ada dua sistem […]

Read more

Acute Myelogenous Leukemia (AML)

Acute Myelogenous Leukemia (AML) adalah penyakit yang ditandai dengan adanya poliferasi leukosit yang tidak terkontrol di dalam darah, sumsum ulang, dan jaringan retikuloendotelial. Gejala klinis yang muncul pada pasien AML berakibat dari kegagalan bone marrow dan atau akibat infiltrasi sel-sel leukemik pada berbagai organ. Durasi perjalanan penyakit bervariasi. Beberapa pasien, khususnya anak-anak mengalami gejala akut selama beberapa hari hingga 1-2 minggu. Pasien lain mengalami durasi […]

Read more

Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL)

Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) merupakan penyakit keganasan sel darah dari sumsum tulang. Etiologi ALL belum diketahui secara pasti. Leukemia merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan penanganan yang seksama.Insiden ALL adalah 9-10 kasus per 100.000 populasi. ALL merupakan kanker paling umum yang terjadi pada anak-anak. Tetapi ALL dapat berefek pada semua umur. Insidennya paling sering usia 2-10 tahun. Insiden tertinggi umur 3-5 tahun. Insiden turun bersamaan […]

Read more

Leukemia Kronis

Leukemia kronis terjadi ketika sel darah putih yang sudah dewasa tidak mati sesuai siklus yang seharusnya, yang dikenal dengan apoptosis. Sel darah putih tersebut terakumulasi pada sirkulasi darah dan sumsum tulang, sehingga dapat menyebabkan pemadatan sumsum yang dapat mengganggu jalur produksi sel-sel lain yang tumbuh normal. Sel darah putih tersebut juga dapat terakumulasi dalam nodus limfa dan limfa yang menyebabkan pembengkakan, yang biasa digunakan sebagai […]

Read more

Leukemia Akut

Leukemia akut adalah penyakit keganasan sel darah yang terjadi ketika blast atau sel-sel yang masih sangat muda jumlahnya meningkat di dalam sumsum tulang dan dalam sirkulasi. Leukemia akut dapat membahayakan jiwa karena tidak ada cukup sel darah untuk melawan infeksi dan/atau mencegah pendarahan dan anemia berat (Candis Morrison & Charles S. Hesdorffer, 2012). Leukemia akut biasanya bersifat agresif, dimana proses keganasan terjadi di hemopoietic […]

Read more
1 2 3 4 5 13