Apa Saja Mitos Donor Darah?

 

Ketersediaan darah untuk keperluan donor di suatu negara, idealnya sebesar 2% dari total penduduk. Namun nyatanya, target tersebut belum tercukupi dengan masih banyaknya kekurangan stok darah di rumah sakit maupun di Unit Tranfusi Darah (UTD). Hal tersebut terjadi lantaran kurangnya kesadaran masyarakat untuk donor darah secara sukarela.

Salah satu yang menyebabkan minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah yaitu mengenai mitos yang selama ini mereka yakini, sedangkan mereka belum tahu secara pasti kebenaran dari mitos tersebut. Berikut ini kami akan memaparkan apa saja sih yang menjadi mitos dari donor darah dan kebenaran atau faktanya seperti apa?

 

  • Mitos : Donor darah bikin gemuk

 

Fakta : Donor darah terbukti membakar kalori, lho. Dengan menyumbangkan sekitar 450 ml darah akan membantu proses pembakaran sekitar 650 kalori.  Jumlah kalori ini sudah cukup banyak untuk dapat merampingkan pinggang.

 

  • Mitos : Donor darah dapat menularkan berbagai macam penyakit

 

Fakta : Pada saat melakukan donor darah, jarum yang digunakan untuk proses pengambilan tersebut berupa jarum sekali pakai, di mana berarti satu jarum hanya untuk satu pendonor saja. Selain itu, darah Anda akan diperiksa dari berbagai macam penyakit sehingga mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah.

 

  • Mitos : Donor darah menurunkan tingkat kekebalan tubuh

 

Fakta : Bagi mereka yang konsisten/ rajin mendonorkan darah, regenerasi sel darah merah akan terjadi 48 jam setelah donor darah. Dalam waktu tersebut, volume darah akan benar-benar terganti dengan yang baru. Dengan begini, tubuh akan terlihat jauh lebih segar dan sehat serta produktif melakukan berbagai aktivitas.

 

  • Mitos : Sesudah donor darah harus mengonsumsi makanan yang banyak

 

Fakta : Tidak hanya pasca donor darah saja, pada saat sebelum donor darah pun pola makan harus tetap terjaga. Disarankan untuk mengonsumsi sayuran, daging, banyak minum air putih dan berolahraga agar pada saat pengambilan darah berjalan dengan lancar dan darah yang dihasilkan baik (tidak kental ataupun berwarna gelap).

 

  • Mitos : Perokok, mengonsumsi obat dan jamu tidak diperbolehkan donor darah

 

Fakta : Untuk perokok, diperbolehkan melakukan donor darah dengan minimal tidak merokok selama 1 jam sebelum dan sesudah donor darah. Sedangkan untuk yang sedang mengonsumsi obat atau jamu, diperbolehkan untuk donor apabila sudah tidak mengonsumsi obat atau jamu selama tiga hari berturut-turut.

 

  • Mitos : Donor darah tidak baik untuk jantung dan membuat jantung bekerja lebih berat pada saat donor darah berlangsung

 

Fakta : Penelitian membuktikan bahwa pendonor darah aktif cenderung berisiko rendah mengalami penyakit jantung. Pendonor darah memiliki risiko 88% lebih rendah terkena serangan atau penyakit jantung. Tak hanya itu, mereka pun mengurangi resiko hingga 33% menderita penyakit kardiovaskular lainnya.

 

  • Mitos : Proses donor darah membutuhkan waktu yang lama

 

Fakta : Proses donor darah hanya membutuhkan waktu sekitar 15-25 menit, hanya saja ada beberapa orang yang prosesnya cukup lama. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kental tidaknya darah si pendonor, macet atau tidaknya proses pengambilan, pembuluh darah yang sempit, dan sebagainya.

 

  • Mitos : Pasca donor darah harus beristirahat seharian penuh

 

Fakta : Pasca donor darah, pendonor tetap diperbolehkan untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun, hal ini harus disesuaikan dengan kondisi si pendonor.

 

  • Mitos : Donor darah mengakibatkan pusing, mual bahkan pingsan.

 

Fakta : Sebelum proses pengambilan darah, calon pendonor terlebih dahulu melakukan pengecekan berupa ukur tekanan darah, ukur kadar hemoglobin dalam darah dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari gejala-gejala seperti pusing, mual ataupun pingsan.

 

  • Mitos : Orang yang memiliki tato tidak diperbolehkan untuk donor darah

 

Fakta : Orang yang memiliki tato, diperbolehkan untuk donor darah dengan catatan telah memenuhi standar kesehatan yang sudah ditetapkan. Bahkan ada beberapa negara memperbolehkan warganya untuk donor darah setelah 4 sampai 6 bulan dari proses penatoan.

Semoga informasi beberapa mitos dan fakta donor darah ini bermanfaat buat kita semua sehingga kita semakin semangat untuk mendonorkan darah. Selamat mendonorkan darah, teman!

Oleh: Lina Ilmina Auliya

Referensi :

Viva Health. Dipetik November 5, 2016, dari http://vivagenerik.co.id/article/donor-darah-dari-manfaat-hingga-mitos-dan-faktanya .

Kompas.com (2012, Januari 26). Dipetik November 5, 2016, dari http://health.kompas.com/read/2012/01/26/17121066/16.Mitos.dan.Fakta.Donor.Darah .

Dokter Sehat. Dipetik November 5, 2016, dari  http://doktersehat.com/manfaat-donor-darah-bagi-kesehatan/#ixzz4O4fDNqNY .

Break Time. Dipetik November 5, 2016, dari http://breaktime.co.id/health/healthy-and-happy .

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dipetik November 5, 2016, dari www.depkes.go.id (infodatin-donor-darah.pdf).

hits 3459 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *